Terjadinya Warna Pada Foto Berwarna

19.51
Terjadinya Warna Pada Foto Berwarna
Untuk membuat bagan ini, negatif yang digunakan adalah negatif dari hasil pemotretan warna-warna biru, hijau, merah, kuning, magenta, sian, putih, dan hitam. oleh karna negatif harus diletakan terbalik dalam sarangnya, maka susunan bahan warnanya sebagi berikut: pada lapisan atas terdapat bahan warna S (sian), pada lapisan tengan bawah warna M (agenta) dan padda lapisan bawah bahan warna K (uning). Proses terjadinya warna paa kertas sebagai berikut:

1. Cahaya lampu alat pembesar terdiri dari   cahaya b (iru), h (ijau), dan m (erah).

2. Pada waktu kertas disinari, cahaya b (iru) dihambat oleh bahan warna K (uning) pada negatif, cahaya h (ijau) oleh bahan warna M (agenta) dan cahaya m (erah) oleh bahan warna S (ian).

3. Kertas yang menampung sorotan gambar negatif emulsinya mengandung perakhalida yang pada lapisan atas peka m (erah), pada lapisan tengah peka h (ijau), dan lapisan bawah peka b (iru). Cahaya yang tidak terhambat merangang perakhalida pada tiap lapisan emulsi. Pada perakhalida yang terangsang itu terbentuk gambar laten, artinya ada tetapi tidak nyata.

4. Pada waktu kertas dicuci, obat – pengembangan membentuk peraklogam hitam pada tiap gambar laten. Dengan adanya coupler atau bahan pembentuk warna, maka dimana telah terbentuk peraklogam hitam disitu terbentuk pula bahan warna S (ian) pada lapisan atas, M (agenta) pada lapisan tengah dan K (uning) pada lapisan bawah.

5. Seterusnya obat –pemucat-penetap melarutkan peraklogam hitam, juga perakhalida yang tidak kena cahaya, tanpa menggangu bahan warna yang sudah terbentu. Akhirnya kertas itu dibilas dengan air. Air pembilas menghanyutkan sisa–sisa larutan dan obat-obatan yang masih tertinggal dalam sela-sela gelatin. Maka pada lapisan atas tinggi bahan warna S (ian), pada lapisan tengah bahan warna M (agenta), dan pada lapisan bawah bahan warna K (uning).

6. Kalau kita melihat gambarnya diatas kertas, maka yang tampak berturut-turut warna S (ian) + M (agenta) = b (iru), S (ian) + K (uning) = h (ijau), M (agenta) + K (uning) = m (erah). Seterusnya warna K (uning), M (agenta), S (ian), M (agenta) + K (uning) = H (itam). Jadi cocok dengan obyek yang dipotret yaitu warna biru, hijau, merah, kuning, magenta, sian, putih, dan hitam.

Untuk Anda yang ingin mendapatkan hasil foto berwarna yang baik maka kami sarankan untuk menggunakan photo booth, hubungi kami di kontak 
Previous
Next Post »