Hasil Pencucian Pada Foto Negatif

07.19
Hasil Pencucian Pada Foto Negatif
Sebelumnya telah diterangkan, bahwa pemotretan dihasilkan pada Foto gambar laten yang tidak nyata dari obyek yang dipotret. 
Waktu Foto dicuci dengan obat pengembang, maka gambar laten akan diubah menjadi gambar yang terdiri dari peraklogam yang nyata. 

Pada waktu itu, pada obat pengembang terjadi oksidasi dan coupler atau bahan pembentuk warna yang terdapat pada tiap lapis emulsi langsung beraksi dengan komponen-komponen dari hasil oksidasi obat pengembang itu. 


Jadi obat pengembang menghasilkan dua hal sekaligus. 

Pertama : ia mengubah perakhalida yang membentuk gambar laten dari obyek yang dipotret menjadi peraklogam hitam yang nyata. 
Kedua: pada waktu yang sama coupler bersama komponen-komponen hasil oksidasi obat pengembang membentuk warna sebanding dengan penyinaran yang terima Foto waktu pemotretan dilakukan.

Ini berarti kalau Foto banyak memproleh penyinaran, maka banyak pula terbentuk peraklogam. Dimana banyak terdapat peraklogam disitu banyak pula terbentuk bahwa warna dan sebaliknya. 


Coupler dibuat khusus sehingga bahan warna yang dibentuknya bersama komponen-komponen hasil oksidasi obat pengembang sebagai berikut: Lapisan perakhalida yang peka biru membentuk bahwa warna lawannya kuning. 


Lapisan perakhalida yang peka hijau membentuk bahwa warna lawanya magenta dan lapisan perakhaliuda yang peka merah membentuk warna lawanya sian. Jadi yang terbentuk pada negative yang sudah disinari dan selesai dicuci adalah warna-warna lawan atau warna-warna negative dari yang terdapat pada obyek yang dipotret. Inilah yang menyebabkan namanya negative, walau ada yang menyebutnya klise.

Simak juga postingan sebelumnya hasil pencucian pada foto negatif.
Previous
Next Post »